Minggu, 22 Desember 2013

INI TENTANG HIDUP LAYAK



Ini bukan tentang apa pekerjaanmu? Atau seberapa banyak gelar pendidikan yang kau sandang. Ini tentang manusia dan apa yang mereka lakukan untuk hidup.
Terkadang sering melihat orang-orang yang berjalan dengan mengangkat wajahnya, senyumnya mahal. Dari gayanya terlihat begitu … hmmm apa ya sebutannya? “berkelas” mungkin.
Dulu pernah berpikir bahwa orang-orang kelas satu hanyalah orang-orang yang memiliki kelebihan. Lebih banyak ilmunya, mungkin jadi kyai atau professor. Lebih banyak hartanya, seperti para usahawan, konglomerat dan anak cucunya. Lebih cantik/tampan, seperti para artis. Dan lebih-lebih lainnya kecuali kelebihan berat badan.
Jadi ingat beberapa waktu yang lalu melihat hasil kerja para kreator di sosmed, bilang begini:
3 kegagalan yang menyebabkan kematian:
Gagal jantung
Gagal ginjal
Gagal move on
Plus satu lagi Gagal diet .. ada-ada aja

Rabu, 27 Maret 2013

SINDROM USIA 30


Kurang lebih 3 bulan yang lalu, gue genap berusia 29 tahun. Usia yang pastinya tidak muda lagi, walau gue menolak dibilang tua. Yaiyalah ... masih 29 gitu loh hehehe.
Gue sekarang adalah wanita dewasa. Itu yang pasti!!!
Ada hal-hal yang berubah yang bisa gue notice di usia gue yang sudah dewasa ini, di antaranya:

  1. Cara Berpakaian
Gue merasa kesukaan gue terhadap gaya berbusana agak sedikit berubah sekarang, gue lebih suka gaun panjang yang simpel, dengan bahan yang ringan dan warna netral atau warna alam.

  1. Cara Bergaul.
Suatu hari di tahun 2009, saat angkatan kami mengadakan darmawisata ke Kebun Raya Bogor, salah satu teman dekat gue yang berusia 3 tahun lebih tua dari gue, cenderung menghindari ”keramaian”,sorak sorai, tawa dan canda yang ga jelas di antara teman2. Waktu gue tanya kenapa, dia cuman senyum dan bilang bahwa dia merasa itu sudah bukan masanya lagi. Bagi dia masa ”bernorak ria” sudah lewat beberapa tahun yang lalu. Saat itu gue ga begitu ngerti apa yang dia rasa, ya sudahlah...
Tapi sekarang, 3 tahun kemudian, gue bisa merasakan apa yang dia rasa. Saat teman2 yang lebih muda masih ceng-cengan dengan tertawa lepas dan bersahut2an dengan bebas, gue merasa ga pantes lagi begitu. Sepertinya masa gue seperti itu sudah lewat. Sekarang gue merasa sudah dewasa hohoho.
  1. Cara Berpikir
Satu hal ini juga berubah, gue merasa semakin dewasa untuk yang ini. Mungkin juga karena 4 tahun terakhir ini gue sudah tinggal misah dari orang tua. Saat gue pulkam, gue merasa sudah berbeda. Gue bukan lagi gadis muda yang egois dan keras kepala . Dulu gue tidak kenal kata tidak, gue pasti merajuk, memboikot, marah, nangis. Tapi Semarang, saat gue pulang, gue adalah orang yang tenang, mampu menjadi tempat curhat buat adek gue, mampu memberi solusi.

  1. Aura Wajah
Ini yang kurang enak ngomongnya hahaha …. Yang pasti wajah gue agak berubah. Dulu masih imut, sekarang udah mulai dewasa. Buktinya, makin sering denger orang bilang “Ibu” gubrakkk.
Khusus buat panggilan ibu ini gue punya pengalaman sendiri. Seingat gue panggilan ini pertama kali terdengar tiap hari pada tahun 2011, di kantor tempat gue kerja. Saat pertama kali denger, kuping gue rasanya gatelll banget. Apa-apan ini manggil gue ibu, hahaha. Tapi seiring waktu, jadi makin terbiasa. Bener juga kata orang,walo gimanapun tidak nyaman atau tidak menyenangkannya sesuatu, pada saat dia dilazimkan, maka kita akan terbiasa.

Selain perubahan di atas, ada lagi perubahan lain yang terjadi pada diri gue, yaitu perubahan psikis. Memasuki usia gue yang pada akhir tahun depan mengunjak usia ketiga puluh, entah kenapa tiba-tiba perasaan gue jadi galau, gue jadi cemas, gue nervous.
Banyak hal yang terlintas di benak gue, mulai dari sebut aja:

Jumat, 24 Juni 2011

Penuhi Kewajibanmu dan Jangan Lupa Ambil Hakmu

Pagi yang cerah di kantor  ga secerah kabar yang datang dari salah satu surat ... Sejak pindah ke bagian perbendaharaan di kantor ini, salah satu pekerjaanku adalah menjawab surat-surat yang datang dari "cabang" lain terkait permasalahan yang berhubungan dengan keuangan. Seperti pagi ini,salah satu surat mengabarkan tentang seorang bendahara yang sakit keras di luar "daerah". Dia menderita penyakit kanker sel plasma darah, penyakit yang ga pernah murah. Selama 15 hari perawatan, biaya rumah sakitnya telah mencapai Rp 280 juta rupiah. Angka yang sangat fantastis untuk seorang abdi negara....